BAGAIMANA CARA MEMBUAT
LATAR BELAKANG
MASALAH YANG BAIK DAN BENAR?
Biasanya latar belakang masalah terletak pada
Bab I Pendahuluan suatu karya tulis ilmiah. Secara umum, latar belakang masalah adalah bagian tulisan yang
mengemukakan berbagai macam alasan mengapa suatu penelitian harus dilakuan.
Dari latar belakang masalah ini, pembaca diharapkan mampu mengerti secara garis
besar hal apa yang mendasari penulisan laporan penelitian yang dibuat oleh
penulis.
Dengan mengetahui alasan-alasan yang
melatar-belakangi suatu permasalahan, maka penulis dan pembaca dapat menentukan
seberasa besar tingkat ketermendesakan (urgensi) untuk menyelesaikan permasalahan
tersebut. Oleh karena itu, alasan-alasan tersebut harus dikemukakan dengan
detail dan spesifik. Hal ini penting dilakukan karena akan menentukan apakah
penelitian yang dilakukan itu benar-benar penting atau tidak.
Untuk membuat latar belakang yang baik dan
benar, terdapat beberapa komponen yang harus dicantumkan. Komponen-komponen itu
meliputi:
1 Gambaran umum masalah yang ada.
Pada bagian awal latar belakang masalah, perlu
dikemukakan gambaran permasalah yang akan diangkat sebagai tema penulisan. Hal
ini penting untuk memberikan pengetahuan awal dalam bentuk informasi bahwa ada
"masalah" yang harus diselesaikan. Ingat, setiap penelitian selalu
berangkat dari permasalahan yang terjadi.
Bentuk masalah yang diangkat bisa
bermacam-macam. Masalah bisa berupa keadaan yang menyimpang dari hal yang
seharusnya. Selain itu, masalah juga mungkin timbul karena adanya penerapan
kebijakan baru yang bertolak belakang dengan sikap lama yang telah terbentuk sebelumnya.
Sobat Pembaca dapat mengamati lingkungan sekitar dengan detail untuk menemukan
masalah yang hendak diteliti.
2. Kondisi ideal yang diharapkan
Jika gambaran umum mengenai masalah telah
dibuat, bagian selanjutnya adalah dengan mencantumkan
kondisi-kondisi ideal
yang diharapkan. Kondisi ideal ini merupakan keadaan yang bertolak belakang
dengan masalah yang terjadi. Di sini sudah mulai tampak ada kesenjangan atau
kontradiksi antara permasalahan yang terjadi dengan keinginan atau harapan
3. Sebab-sebab permasalahan
Selanjutnya, agar lebih meyakinkan pembaca,
seorang penulis perlu mengidentifikasi sebab-sebab permasalahan. Setelah
sebab-sebab permasalahan ditemukan, penulis perlu memberikan bukti berupa fakta
yang terjadi untuk mendukung permasalahan yang akan diangkat. Penulis dapat
memperolehnya dari berbagai sumber bacaan. Misalnya melalui surat kabar, siaran
berita, atau melalui pernyataan para ahli yang menjelaskan ada permasalahan
yang harus diselesaikan. Dengan adanya bukti berupa fakta tersebut, pembaca
akan lebih yakin bahwa masalah yang penulis angkat itu benar-benar nyata
4. Tingkat kerumitan atau kompleksitas masalah dan
dampaknya jika dibiarkan
Penulis juga perlu menggambarkan tingkat
kerumitan masalah. Pada bagian ini, penulis harus mampu menggambarkan bahwa
masalah yang terjadi bukanlah hal yang sederhana. Jika penulis berhasil
menunjukkan tingkat kompleksitas masalah, hal itu akan menjadi bahan penilaian
bahwa masalah yang kompleks tersebut perlu diselesaikan melalui cara yang
ilmiah.
Setelah itu, penulis juga harus menunjukkan
bahwa masalah tersebut akan memberikan pengaruh atau dampak yang membahayakan
jika tidak segera diselesaikan. Sebisa mungkin penulis mengemukakan berbagai
hal yang memungkinkan menjadi dampak negatif dari permasalahan jika tidak
diselesaikan. Dengan begitu, tingkat urgensi penyelesaian masalah akan
meningkat
Setelah menggambarkan tingkat urgensi
permasalahan, kini tiba saatnya seorang penulis mengemukakan alternatif
pemecahan atau penyelesaian masalah. Di sinilah letak penting variabel
penelitian untuk menyelesaikan masalah. Biasanya cara untuk menyelesaikan
masalah ini berkaitan dengan judul penelitian.
6. Penjelasan singkat mengenai permasalahan yang
akan diteliti sesuai dengan ruang lingkup atau bidang peneliti
Lagkah selanjutnya, semua hal yang telah dibahas
sebelumnya, perlu dibuat kristalisasi. Penulis perlu memberikan penjelasan
singkat mengenai masalah-masalah yang sudah dibahas sebelumnya dan
mengkristalisasikannya sesuai dengan ruang lingkup dan bidang peneliti.
Tujuannya agar pembaca dapat mengetahui fokus penelitian yang dilakukan
peneliti.
Jika dicermati, langkah-langkah yang saya
kemukakan di atas adalah langkah pembuatan latar belakang dengan metode
piramida terbalik. Berangkat dari permasalahan yang umum kemudian sedikit demi
sedikit disusun secara mendetail dan terfokus. Dengan mengikuti gaya ini,
biasanya pembaca akan lebih mudah memahami apa yang akan penulis bahas dalam
bab-bab selanjutnya.
Itulah tip dari saya semoga bermanfaat.

No comments:
Post a Comment