Wednesday, November 1, 2017

MENULIS LATAR BELAKANG

BAGAIMANA CARA MEMBUAT LATAR BELAKANG 
MASALAH YANG BAIK DAN BENAR?

     
 Kita semua tahu bahwa setiap penulisan karya tulis ilmiah selalu melibatkan bagian latar belakang masalah. Namun demikian, masih banyak di antara para penulis pemula yang masih bingung tentang bagaimana cara menulis latar belakang masalah yang baik dan benar. Tapi tenang, Sobat Pembaca tidak perlu khawatir, karena pada kesempatan kali ini, saya akan sharing tentang bagaimana cara membuat latar belakang masalah yang baik dan benar
      Biasanya latar belakang masalah terletak pada Bab I Pendahuluan suatu karya tulis ilmiah. Secara umum, latar belakang masalah adalah bagian tulisan yang mengemukakan berbagai macam alasan mengapa suatu penelitian harus dilakuan. Dari latar belakang masalah ini, pembaca diharapkan mampu mengerti secara garis besar hal apa yang mendasari penulisan laporan penelitian yang dibuat oleh penulis.

    Dengan mengetahui alasan-alasan yang melatar-belakangi suatu permasalahan, maka penulis dan pembaca dapat menentukan seberasa besar tingkat ketermendesakan (urgensi) untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Oleh karena itu, alasan-alasan tersebut harus dikemukakan dengan detail dan spesifik. Hal ini penting dilakukan karena akan menentukan apakah penelitian yang dilakukan itu benar-benar penting atau tidak.
Untuk membuat latar belakang yang baik dan benar, terdapat beberapa komponen yang harus dicantumkan. Komponen-komponen itu meliputi:


1    Gambaran umum masalah yang ada.
      Pada bagian awal latar belakang masalah, perlu dikemukakan gambaran permasalah yang akan diangkat sebagai tema penulisan. Hal ini penting untuk memberikan pengetahuan awal dalam bentuk informasi bahwa ada "masalah" yang harus diselesaikan. Ingat, setiap penelitian selalu berangkat dari permasalahan yang terjadi.
       Bentuk masalah yang diangkat bisa bermacam-macam. Masalah bisa berupa keadaan yang menyimpang dari hal yang seharusnya. Selain itu, masalah juga mungkin timbul karena adanya penerapan kebijakan baru yang bertolak belakang dengan sikap lama yang telah terbentuk sebelumnya. Sobat Pembaca dapat mengamati lingkungan sekitar dengan detail untuk menemukan masalah yang hendak diteliti.

2.   Kondisi ideal yang diharapkan
     Jika gambaran umum mengenai masalah telah dibuat, bagian selanjutnya adalah dengan mencantumkan 
kondisi-kondisi ideal yang diharapkan. Kondisi ideal ini merupakan keadaan yang bertolak belakang dengan masalah yang terjadi. Di sini sudah mulai tampak ada kesenjangan atau kontradiksi antara permasalahan yang terjadi dengan keinginan atau harapan
3.      Sebab-sebab permasalahan
    Selanjutnya, agar lebih meyakinkan pembaca, seorang penulis perlu mengidentifikasi sebab-sebab permasalahan. Setelah sebab-sebab permasalahan ditemukan, penulis perlu memberikan bukti berupa fakta yang terjadi untuk mendukung permasalahan yang akan diangkat. Penulis dapat memperolehnya dari berbagai sumber bacaan. Misalnya melalui surat kabar, siaran berita, atau melalui pernyataan para ahli yang menjelaskan ada permasalahan yang harus diselesaikan. Dengan adanya bukti berupa fakta tersebut, pembaca akan lebih yakin bahwa masalah yang penulis angkat itu benar-benar nyata
4.    Tingkat kerumitan atau kompleksitas masalah dan dampaknya jika dibiarkan
    Penulis juga perlu menggambarkan tingkat kerumitan masalah. Pada bagian ini, penulis harus mampu menggambarkan bahwa masalah yang terjadi bukanlah hal yang sederhana. Jika penulis berhasil menunjukkan tingkat kompleksitas masalah, hal itu akan menjadi bahan penilaian bahwa masalah yang kompleks tersebut perlu diselesaikan melalui cara yang ilmiah.

     Setelah itu, penulis juga harus menunjukkan bahwa masalah tersebut akan memberikan pengaruh atau dampak yang membahayakan jika tidak segera diselesaikan. Sebisa mungkin penulis mengemukakan berbagai hal yang memungkinkan menjadi dampak negatif dari permasalahan jika tidak diselesaikan. Dengan begitu, tingkat urgensi penyelesaian masalah akan meningkat
5..      Cara untuk menyelesaikan masalah/problem solving
       Setelah menggambarkan tingkat urgensi permasalahan, kini tiba saatnya seorang penulis mengemukakan alternatif pemecahan atau penyelesaian masalah. Di sinilah letak penting variabel penelitian untuk menyelesaikan masalah. Biasanya cara untuk menyelesaikan masalah ini berkaitan dengan judul penelitian.

6.      Penjelasan singkat mengenai permasalahan yang akan diteliti sesuai dengan ruang lingkup atau bidang peneliti
      Lagkah selanjutnya, semua hal yang telah dibahas sebelumnya, perlu dibuat kristalisasi. Penulis perlu memberikan penjelasan singkat mengenai masalah-masalah yang sudah dibahas sebelumnya dan mengkristalisasikannya sesuai dengan ruang lingkup dan bidang peneliti. Tujuannya agar pembaca dapat mengetahui fokus penelitian yang dilakukan peneliti.
      Jika dicermati, langkah-langkah yang saya kemukakan di atas adalah langkah pembuatan latar belakang dengan metode piramida terbalik. Berangkat dari permasalahan yang umum kemudian sedikit demi sedikit disusun secara mendetail dan terfokus. Dengan mengikuti gaya ini, biasanya pembaca akan lebih mudah memahami apa yang akan penulis bahas dalam bab-bab selanjutnya.

Itulah tip dari saya semoga bermanfaat.


No comments:

Post a Comment

ARTIKEL

SEKILAS PHP

Apa Itu PHP?           PHP adalah script untuk pemrograman script web server-side, script yang membuat dokumen HTML secara  on the f...